DPPPA Sosialisasi Urgensi Literasi Pornografi dan Kekerasan Seksual

BANTAN, Ulastinta.com - Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan multimedia begitu pesat, adanya teknologi informasi dan multimedia di tambah lagi globalisasi kita mendapatkan kebebasan mengakses berbagai informasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri, namun di balik kemudahan tersebut ada terselip dampak negatif bagi generasi bangsa yang menjadi salah satu faktor degradasi moral.

Dalam kegiatan pesantren Ramadhan yang ditaja penggiat/penyuluh agama Kecamatan Bantan 17 Maret 2024 lalu Dinas pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis sosialisasikan Literasi Pornografi dan Kekerasan Seksual kepada peserta Pesantren Ramadhan.

Disampaikan Teguh Pranata yang menjadi pemateri pada acara itu, bahwa maraknya pornografi di masyarakat akan berdampak pada munculnya kejahatan seksual dan ini berbanding lurus dengan meningkatnya kasus kekerasan seksual, seperti pencabulan sebanyak 40 kasus dan persetubuhan 39 Kasus baik pelakunya diusia anak ataupun dewasa.

Kepada peserta Pesantren Ramadhan yang berjumlah 50 orang tergabung dua desa yaitu desa Pambang Baru, desa Pambang Pesisir, Teguh menyampaikan pornografi dikategorikan sebagai penyakit karena dapat mengubah struktur dan fungsi otak, atau dengan kata lain merusak otak.

"Di era digital seperti sekarang, kemajuan teknologi komunikasi membuat pornografi dapat muncul dengan mudah dan murah dalam berbagai bentuk, tak hanya video tapi juga gambar, foto, tulisan, suara, bahkan animasi yang berkedok kartun anak-anak." Ungkap teguh.

Lanjut disampaikan Teguh beberapa dampak diantaranya kecanduan, merusak daya ingat dan konsentrasi, mengurangi kontrol impuls dan kemauan, mudah stres, ukuran otak mengecil, disfungsi ereksi dan lebih parahnya lagi ialah kejahatan seksual.

"Adapun beberapa cara untuk mengatasi kecanduan pornografi ialah dengan meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan, banyak mengikuti kegiatan positif, bergaul dengan lingkungan yang baik, edukasi seks sejak dini, batasi penggunaan internet," tutup Teguh.(Dian)