Polemik Anggaran Inhu: Mantan Anggota DPRD Siap Buka Data Perbandingan APBD

Taufik Hendri Soroti Kritik Mantan Bupati Inhu Yopi Arianto Terkait Anggaran Daerah

Mantan anggota DPRD Inhu, Taufik Hendri.

INHU, UlasTinta.com — Polemik mengenai pembiayaan dan anggaran operasional Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, kembali menjadi perhatian publik. Mantan anggota DPRD Inhu, Taufik Hendri, melontarkan kritik terhadap pernyataan mantan Bupati Inhu, Yopi Arianto, yang menyinggung persoalan anggaran Sekretariat Daerah di sebuah grup percakapan WhatsApp.

Taufik menyatakan berencana membuka data pembanding anggaran dari dua periode kepemimpinan Bupati Yopi Arianto serta era Bupati Ade Agus Hartanto saat ini. Data yang akan dibuka mencakup anggaran perjalanan dinas pimpinan di Sekretariat Daerah, biaya operasional kepala daerah, hingga anggaran kegiatan BKTM.

Ia mempertanyakan dasar perbandingan yang digunakan Yopi saat menyoroti anggaran pemerintahan era Bupati Ade Agus Hartanto. Menurut Taufik, sebagai mantan kepala daerah yang pernah memimpin selama dua periode, Yopi semestinya memahami struktur serta besaran anggaran operasional kepegawaian daerah, baik pada masa lalu maupun kondisi saat ini.

"Pak Yopi menyinggung soal pembiayaan anggaran di Sekretariat Daerah, terutama biaya perjalanan dinas pimpinan serta anggaran operasional dan rumah tangga Bupati di grup sebelah. Kami tidak ada di grup itu, jadi lambat mendapatkan informasi," ujar Taufik kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).

Taufik juga mempertanyakan apakah Yopi masih mengingat rincian alokasi anggaran belanja yang digunakan pada masa pemerintahannya dahulu.

"Saya ingatkan kembali berapa besaran anggaran di Bagian Umum dan operasional Bupati Yopi secara umum pada masa beliau menjabat dulu, dan silakan bandingkan dengan sekarang, khususnya anggaran Bagian Umum," kata Taufik, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Indragiri.

Sebagai mantan legislator di era kepemimpinan Yopi Arianto dan mantan Bupati Rezita Maylani, Taufik menyatakan siap membeberkan dokumen perbandingan APBD jika diperlukan. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat melihat persoalan transparansi anggaran secara utuh dan tidak berdasarkan potongan informasi sepihak.

Ia menilai, anggapan yang menyebut pemerintahan Bupati Ade Agus Hartanto kurang berpihak pada kepentingan masyarakat umum perlu dibuktikan kembali berdasarkan data rill.

"Di WhatsApp Grup Indragiri Bangkit ini perlu saya sampaikan, apa yang dihembuskan oleh Pak Yopi seolah-olah Bupati Ade Agus Hartanto kurang berpihak kepada kepentingan masyarakat umum itu tidak benar," tegasnya.

Taufik berharap ada evaluasi dan refleksi yang objektif dari mantan kepala daerah tersebut sebelum memberikan penilaian terhadap jalannya roda pemerintahan saat ini.

"Introspeksi lah. Gunakan cermin terbaik untuk menilainya," pungkas Taufik.

Sebagai catatan, Ade Agus Hartanto dan Hendrizal sebelumnya telah ditetapkan oleh KPU Inhu sebagai pasangan terpilih pada Pilkada dengan perolehan 110.311 suara atau 58,85 persen suara sah, menggantikan Rezita Maylani. Pasangan Ade-Hendrizal memimpin Kabupaten Indragiri Hulu untuk periode 2025–2030.

Sementara itu, Yopi Arianto merupakan mantan Bupati Inhu yang telah menyelesaikan masa jabatannya selama dua periode. Perdebatan mengenai perbandingan anggaran antar-era pemerintahan ini idealnya dilengkapi dengan dokumen resmi APBD serta rincian belanja agar dapat diverifikasi secara transparan oleh publik.

Liputan : Badruddin
Editor : Red
Foto : Sumber Net

Editor: