Lahap 490 Hektare Lahan di Kuala Cenaku Inhu, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kepung Sisa Titik Asap Karhutla
RENGAT, UlasTinta.com – Satuan tugas gabungan yang dipimpin langsung oleh unsur TNI dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai terus berjibaku melokalisasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Petugas gabungan berfokus melakukan pemadaman dan pendinginan bara api di area perkebunan masyarakat Desa Pulau Jum'at, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Sabtu (26/9/2026).
Di lokasi proyeksi, tim di lapangan masih menemukan kepulan asap pekat yang keluar dari tanah gambut pada beberapa titik kritis. Proses pendinginan (cooling down) terus digencarkan secara masif guna memutus potensi munculnya kembali lidah api di area terdampak.
Operasi taktis yang digerakkan di bawah kendali kewilayahan pertahanan militer Riau ini melibatkan kekuatan penuh personel gabungan terpadu. Mulai dari jajaran TNI, Polri, BPBD Inhu, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga Satpol PP. Tim satgas bahu-membahu menggelar jaringan selang panjang dan memaksimalkan mesin pompa air portable untuk menjangkau titik-titik terdampak.
Luas Lahan Terbakar Dekati 490 HektareBerdasarkan hasil pemetaan udara terbaru, total luasan lahan yang terdampak karhutla di kawasan tersebut tercatat telah mencapai hampir 490 hektare. Sebagian besar area hitam kini memang sudah berhasil dijinakkan oleh petugas, namun penanganan ekstra tetap difokuskan pada sisa-sisa titik asap yang masih mengepul.
"Kami terus melaksanakan pemadaman dan pendinginan bara gambut ini secara bertahap. Personel gabungan di lapangan juga membuka jalur rintisan baru agar proses penanganan logistik air lebih efektif dan seluruh sebaran titik asap bisa segera dijangkau," ujar salah seorang petugas satgas di lokasi.
Misi pemadaman di Kecamatan Kuala Cenaku ini dihadapkan pada sejumlah tantangan alam yang berat di garis depan. Selain medan atau akses geografis menuju lokasi yang cukup sulit ditembus, tim satgas juga harus bertarung melawan cuaca panas ekstrem yang disertai keterbatasan sumber air di sekitar area operasi.
Meski dihadang kondisi serba terbatas, personel gabungan dilaporkan tetap bertahan mendirikan posko di lapangan demi memastikan situasi benar-benar terkendali.
Selain melakukan penyemprotan air secara langsung, tim gabungan juga mengintensifkan patroli darat berkelanjutan serta pemantauan titik panas (hotspot) via satelit secara berkala. Langkah preventif ini ditempuh agar pergerakan arah angin tidak memperluas sebaran api ke area perkebunan produktif lainnya di Indragiri Hulu
Liputan : Badruddin
Edtor : Humas
Foto : Humas Kodam Tuanku Tambusai










Tulis Komentar