Jadi Role Model Nasional, Wali Kota Pekanbaru Bagikan Strategi Surplus Anggaran ke Padang Pariaman

Perkuat Sinergi Antardaerah, Pemko Pekanbaru dan Pemkab Padang Pariaman Jalin Kerja Sama Strategis

Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, bersama Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, menunjukkan dokumen nota kesepahaman yang telah ditandatangani di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru. Sabtu (8/8). (Foto : Istimewa)

ULASTINTA.COM, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman guna mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing. Kemitraan lintas provinsi ini mencakup perluasan jangkauan penyelenggaraan pemerintahan daerah, akselerasi pembangunan fisik, hingga pengelolaan komoditas unggulan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mempercepat pemulihan ekonomi di kedua wilayah.

Ikatan kerja sama kedua otoritas daerah ini dikukuhkan melalui prosesi penandatanganan dokumen nota kesepahaman formal. Agenda penting tersebut dilaksanakan langsung di Kediaman Resmi Wali Kota Pekanbaru yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (8/8/2026). Pertemuan tatap muka yang berlangsung kondusif ini dihadiri oleh jajaran pejabat teras dari kedua belah pihak.

Penandatanganan kesepakatan itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, S.E., M.M., bersama Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz. Kedua kepala daerah sepakat bahwa tantangan pembangunan modern memerlukan pola komunikasi yang adaptif antarpemerintah daerah. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan mutu pelayanan publik ke depan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi instrumen penting untuk memodernisasi tata kelola birokrasi di instansi masing-masing. Fokus awal dari kemitraan ini akan diarahkan pada transfer pengetahuan mengenai sistem administrasi pemerintahan yang bersih dan efisien. Evaluasi berkala akan dilakukan oleh tim teknis gabungan untuk memastikan seluruh poin kesepakatan berjalan optimal.

"Pemko Pekanbaru dan Pemkab Padang Pariaman menjalin kerja sama tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah, bagaimana tata kelola pemerintahan," kata Agung menjelaskan ruang lingkup utama kemitraan tersebut. Hubungan bilateral ini diharapkan dapat menciptakan standardisasi pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas.

Lebih detail, koridor kerja sama ini meluas hingga ke sektor-sektor mendasar seperti ketahanan pangan, pendidikan, layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur perkotaan. Kedua wilayah juga berencana mengintegrasikan sistem smart city serta mempromosikan produk Koperasi dan UMKM secara bergantian di pasar domestik. Kerja sama pariwisata dan kebudayaan juga menjadi poin krusial untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nasional.

Di sela-sela pertemuan tersebut, Agung memanfaatkan momentum untuk memaparkan sejumlah capaian reformasi fiskal yang berhasil diraih oleh Pemko Pekanbaru. Kota Pekanbaru kini bertransformasi menjadi salah satu role model nasional dalam hal pengelolaan keuangan daerah setelah sukses membalikkan kondisi defisit anggaran menjadi surplus. Selain itu, jajaran Pemko Pekanbaru juga berhasil menuntaskan kewajiban utang masa lalu secara terukur.

Salah satu parameter keberhasilan paling mencolok yang dipaparkan adalah lonjakan signifikan pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menyentuh angka Rp1,2 triliun dalam setahun. Pencapaian ini diraih lewat implementasi digitalisasi sistem perpajakan, intensifikasi potensi retribusi, serta penutupan celah kebocoran pendapatan secara ketat. Otoritas kota juga memastikan proses birokrasi perpajakan dibuat jauh lebih sederhana agar tidak membebani para pelaku usaha.

Menutup keterangannya, Agung berharap nota kesepahaman ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan segera melahirkan program konkret yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. Transformasi ekonomi di tingkat lokal diyakini akan bergerak lebih cepat jika ruang-ruang kolaborasi antardaerah terus dibuka lebar. Sinergi ini ditargetkan mampu menciptakan ketahanan ekonomi yang tangguh dalam menghadapi fluktuasi pasar global. (Yz)