Kuatkan Karakter Anak, DMDI Pekanbaru Padukan Nilai Budaya Melayu dan Ajaran Islam

Markarius Anwar Beberkan Kunci Generasi Emas di Seminar Karakter Islami DMDI Pekanbaru

Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, SE, MM, dan Wakil Wali Kota Pekanbaru selaku Ketua DMDI Pekanbaru H. Markarius Anwar, ST, M.Arch, berfoto bersama jajaran pengurus DMDI dan peserta dalam seminar "Bina Karakter Generasi Islami" di Aula Menara BRK

ULASTINTA.COM, PEKANBARU – Pengurus Daerah Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru menegaskan komitmen penuh untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya Melayu. Langkah ini disinergikan secara erat dengan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah tantangan modernisasi.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DMDI Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, ST, M.Arch, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pekanbaru. Pernyataan ini disampaikannya dalam seminar "Bina Karakter Generasi Islami" yang digelar sempena memperingati Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Menara BRK Syariah pada Kamis (30/7/2026) ini mengusung tema besar "Penguatan Karakter Anak Berbasis Nilai Melayu Islam melalui Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Ruang Aman Menuju Generasi Emas Indonesia". Agenda strategis ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, SE, MM.

Dalam pemaparannya, Markarius Anwar menilai bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan realitas dan tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini. Ia menekankan bahwa pola pendidikan karakter anak tidak dapat bertumpu pada satu sektor saja, melainkan butuh keterlibatan multi-pihak.

"Pendidikan karakter tidak cukup hanya dilakukan di sekolah, tetapi harus dimulai dari rumah. Keluarga wajib menjadi madrasah pertama bagi anak-anak kita," ungkap Markarius di hadapan para peserta seminar.

Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa institusi sekolah bertindak sebagai ruang formal untuk menumbuhkan ilmu pengetahuan sekaligus mengasah akhlak siswa. Di sisi lain, lingkungan masyarakat luas memegang tanggung jawab besar untuk menghadirkan ruang yang aman, ramah anak, serta kondusif bagi proses tumbuh kembang mereka.

Markarius juga menggarisbawahi urgensi penyelarasan adat Melayu dengan syariat Islam dalam pembentukan karakter anak di Riau. Perpaduan kedua unsur tersebut dinilai menjadi benteng moral yang sangat kokoh bagi masa depan daerah.

Budaya Melayu, menurutnya, kaya akan nilai-nilai luhur yang mengajarkan tentang adab, kesantunan, penghormatan kepada orang tua, kasih sayang, musyawarah, dan keluhuran budi pekerti. Sementara itu, nilai-nilai Islam hadir menyempurnakannya lewat aspek keimanan, kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.

Ia menambahkan bahwa esensi dari generasi emas bukan sekadar unggul dalam bidang akademik atau kecerdasan intelektual semata. Generasi masa depan yang diharapkan adalah mereka yang memiliki iman yang kuat, akhlak yang luhur, cinta terhadap kebudayaan lokal, serta mampu tampil sebagai pemimpin yang membawa maslahat bagi umat.

Melalui seminar ini, DMDI Pekanbaru berharap dapat menginspirasi lahirnya generasi muda yang bangga terhadap identitas kemelayuannya dan teguh memegang ajaran agama. Dengan modal karakter yang kokoh tersebut, anak-anak Pekanbaru diyakini akan siap menghadapi persaingan ketat di tingkat global.

"Melalui kegiatan ini, mari bersama-sama kita menjaga marwah Melayu, menguatkan nilai-nilai Islam, dan membimbing anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas pikirannya, lembut hatinya, kokoh imannya, serta mulia akhlaknya," pungkas Markarius Anwar di akhir sambutannya. (Yn)