Kurang Pengawasan! Pembangunan SMAN 2 Bawalato di Duga Tidak Spek
Ulastinta.com, Nias - Pembanguan sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Bawalato, Kabupaten Nias yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2023 diduga pelaksanaannya tidak berpedoman dengan Gambar dan RAB (Rancangan Anggaran Belanja) sebagai tolak ukur standar penggunaan bahan materi bangunan agar berkwalitas dan bermutu.
Pembangunan SMAN 2 Bawalato masih tahap pemeliharaan akan tetapi dalam pelaksanaan gedung sekolah tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi kontrak kerja akibat kurangnya pengawasan dari pihak konsultan yang telah dipercayakan oleh pihak dinas tetkait.
Informasi yang diperoleh dari narasumber yang mengaku ikut bekerja dalam pembangunan sekolah tersebut bahwa ada beberapa item kegiatan yang tidak sesuai gambar rencana atau RAB .
"Pembangunan sekolah SMAN 2 Bawalato ada 17 paket pekerjaan pembangunan mulai dari ruas osis, ruang tata usaha, ruang kepala sekolah dan ruang UKS serta 13 Item kegiatan lainnya sehingga jumlah anggaran mencapai Rp.6 Miliar, " Ungkap kepada wartawan sambil dirahasiakan jati dirinya.
Pria itu, sungguh menyangkan dalam pelaksanaannya asal jadi dan patut diduga adanya ajang penumpangan korupsi dengan tidak mengikuti acuan yang tertuang pada gambar dan RAB.
"Salah satunya termasuk pengurangan volume penimbunan lantai dari 30 cm menjadi 15 cm. Padahal didalam RAB dijelaskan bahwa timbunan harus 30 cm. Begitu juga dengan pengadaan baja ringan, padahal jelas didalam RAB disebutkan harus memakai merek TASO 0,75 tapi yang dipasang merek DELI dan GM TRUSS 75, "Cetusnya.
Menurutnya, seharusnya didukung dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh para satuan pendidikan penerima bantuan bukan untuk menyelewengkan demi kepentingan pribadi ataupun kelompok.
"Kita berharap kepada pihak yang berkopenten agar turun tangan guna memeriksa kembali hasil pekerjaannya dan menindak tegas apabila hal itu benar terjadi adanya dugaan penyimpangan, "Pungkasnya.
Kepada Sekolah SMAN 2 Bawalato, Septerlin Zebua saat dikonfirmasi melalui Via telepon seluler dan Via Wathsapp 0853-7**4-0009 masih belum ada respon hingga berita ini ditayangkan.**(Kris Laoli)










Tulis Komentar