Pembangunan RLH Kota Pekanbaru Anggaran Tahun 2024, Diduga Bermasalah
PEKANBARU|Ulastinta.com– Bantuan Rumah Layak Hunia (RLH) di kelurahan; Meranti Pandak, Sri Meranti, Limbungan kecamatan kita pekanbaru tahun anggaran 2024 disinyalir banyak pertanyaan, kenapa tidak penerima bantuan dikategorikan banyak salah sasaran. Bantuan rumah layak huni tersebut terpantau oleh media ini, selasa 17/06/25.
Sehagia masyarakat sekitar kecewa kepada pejabat pemerintah mulai dari RT, RW, Kelurahan hingga pada instansi Pemerintah Dinas Perumahan dan permukiman (Perkim) kota pekanbaru karena pendataan penerima bantuan tidak betul-betul kepada warga yang tidak mampu.
Salah satu warga RW 04 Kelurahan Meranti Pandak yang tak ingin dituliskan namanya, sangat kecewa pada pejabat kelurahan dan Perkim kota pekanbaru karena penerima bantuan orang berada atau pendapatan yang kayak.
"Kekecewaan kami bagaikan nasi jadi bubur, karena penerima bantuan tahun lalu itu keluarga dekat RW dan RT. Parahnya lagi, mereka bekerja di PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendapatkan gaji yang cukup besar sehingga ekonominya layak dikatakan setara dengan pegawai negeri." ujarnya.
"Beberapa keluarga penerima itu sudah memiliki rumah pribadi, bahkan mereka bukan tinggal disini. Dulu tempat bangunan RLH ini bekas rumah petak/kontrak, setelah ada bantuan rumah kontrak itu di robohkan." ungkapnya.
Salah satu warga mengatakan upah pekerjaan RLH ini ada yang belum terbayarkan hingga saat ini. Diduga upah pasti dibayarkan, namun tak sampai ditangan para pekerjanya, seolah-olah pengurusnya merasa tidak bertanggungjawab.
Selanjutnya media ini melanjutkan menelusuri rumah bantuan tersebut, rupanya pihak menerima bantuan di jadikan rumah kontrak dan masih banyak yang belum menepati, anehnya lagi RLH tersebut belum seumur jagung sudah mengalami rusak dan kemudian saluran air bersih dan meteran listrik belum ada.
Upaya konfirmasi akan terus dilakukan guna memperoleh informasi yang akurasi lebih lanjut terkait pembangunan DLH di kecamatan Rumbai Pekanbaru.***










Tulis Komentar