Pelaksana Proyek Lipat Kain-Batu Sasa Bts Sumbar Rp.38 M diduga Rugikan Negara, Kontraktor Sebut Pihak Kementerian PUPR BPJN Riau Senang

PEKANBARU, ulastinta.com– Oknum kontraktor dari PT. Riau Mas Bersaudara (PT.RMB) berinisial HR mengaku setiap paket proyek di riau yang dikerjakan pihaknya senilai puluhan tidak luput dari kesalahan namun dengan caranya tersendiri membuat sejumlah pihak khususnya Kementerian PUPR Provinsi Riau Balai Pelaksana Jalan Nasional Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN -Satker) Wilayah II Provinsi Riau senang. Pasalnya, bahan material yang di gunakan di produksi oleh PT.RMB itu sendiri.

"Proyek proyek peningkatan Jalan Lipat Kain – Lubuk Agung – Batu Sasak – Batas Sumbar Tahun anggaran 2023senilai puluhan miliar senilai 38.301.371.000,00 (Tiga puluh delapan miliar tiga ratus satu juta tiga ratus tujuh puluh satu ribu rupiah)yang kita tangani bahannya materialnya kita produksi sendiri (PT.RMB,red)" Kata HF kepada wartawan di kedai kopi Ko Benk jalan Harapan Raya, Sabtu (07/09/2024) pagi.

HF mengakui bahwa setiap proyek yang dikerjakan pihaknya tidak luput dari kesalahan namun masih di maklumi oleh pihak Dinas (BPJN -Satker II,red) senang dan tidak dipermasalahkan.

"Kita akui pekerjaan proyek itu tidak sempurna dan pasti ada kesalahan namun itu dapat di maklumi dan membuat pihak dinas senang karena bahan materialnya dari kita sendiri (PT.RMB,red)" akuinya.

HF menambahkan, pihak auditor dari BPK selalu turun melakukan pemeriksaan. Bahkan lalu lalang di periksa penyidik Polda Riau.

"Saya ini lalu lalang di periksa Polda Riau" ujarnya.

Menyikapi pernyataan oknum managemen kontraktor PT.RMB berinisial HF, Kepala Bidang Investigasi LSM Komunitas Pemberantasan Korupsi, Zosa Wijaya WS, SH akan melayangkan surat somasi kepada pihak BPK, Polda Riau dan pihak terkait lainnya guna menguji pernyataan oknum kontraktor itu.

Hal itu dilakukan Zosa guna mengatisipasi pencatuman nama institusi dalam dugaan korupsi pelaksanaan proyek. Pasalnya, pernyataan semacam itu seringkali terjadi untuk menakut-nakuti wartawan dan lsm.

"Pernyataan kontraktor tersebut itu hal lumrah, namun perlu kita uji apakah benar atau tidak. Surat somasinya akan kita upayakan Senin depan ini kita kirim" Kata Zosa, Kamis, (19/09/2024) kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, pekerjaan proyek yang menelan APBN puluhan miliar itu diduga rugikan negara puluhan miliar. Pantauan awa media dilapangan proyek ni masih dikerjakan akhir bulan Februari 2024, padahal sesuai papan informasi Proyek tu sudah serah terima bulan Desember 2023. Sehingga publik menduga ada kong kali kong antara kontraktor dan pejabat tertentu.

Disisi lain, informasi yang di himpun awak media menyebutkan PT.RMB ini merupakan salah satu perusahaan spesialis khusus menangani proyek-proyek bernilai puluhan miliar per paket dan ratusan miliar pertahunnya.

Selain itu proyek raksasa yang dikerjakan PT.RMB diduga berafiliasi dengan oknum petinggi aparat hukum sehingga sejauh ini aman aman saja dari bidikan hukum.

Hingga berita ini diturunkan pihak Kementerian PUPR Wilayah Provinsi Riau Balai Pelaksana Jalan Nasional Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN -Satker) Wilayah II Provinsi Riau belum bersedia memberi keterangan bahkan surat konfirmasi tertulispun tak kunjung di balas.

Hal yang sama juga pihak BPK RI Perwakilan Riau dan pihak Polda Riau berlum terkonfirmasi. ***